Luka yang tersiram air garam,perih lebih perih dari sayatan pisau yang mengiris urat nadi..
Menyeramkan memang, sungguh. Lebih menyeramkan di banding film horror yang pernah saya tonton.
Bagaikan sebuah sambaran petir di siang bolong,mengagetkan sekali. Setelah lama menghilang tiba - tiba kamu datang dengan membawa sebuah kabar yang hmm kabar yang tidak bisa aku duga sebelumnya. Kamu membawa sebuah misi yang menunjukan kalau kamu sudah tidak mau bersamaku lagi... sebuah pertanyaan besar untukku.
Aku kira setelah kamu pergi menghilang dariku kamu akan membawakan kepadaku sebuah gelas berisi rindu hangat yang siap aku nikmati,tetapi tidak kamu membawakan secangkir racun buatku,racun yang akan menyakitkan secara perlahan dan akan selalu membekas di sini, di hatiku.
Ternyata kamu setega itu sayang :) Aku yang menunggumu dengan setia,dengan cinta, dengan kerinduan dibalas olehmu dengan sebuah perkataan lewat tulisan yang tepat menghujam di rongga dada sebelah kiri diriku.
Kamu inginkan aku pergi,baiklah aku akan pergi sudah aku akui kalau aku memang sudah tidak bisa membuatmu jatuh cinta kembali,tugasku sudah selesai,aku akan mengembalikan sayap yang telah kamu pinjamkan padaku,terimakasih.
Satu hal lagi aku ingin kamu mengenangku sebagai seorang mantan yang pernah mencintaimu dengan tulus,bukan mantan yang pernah membuatmu terluka.
Salam sayang yang terakhir untukmu ukhti aku.
wah hari dengan galau tingkat dewa yeuh
BalasHapusyou must be strong!
BalasHapusKarena mencintai tidak akan selalu indah teman,bagaimana pun mereka mengatakan bahwa cinta itu indah tapi percayalah akan tetap ada luka yang disisakannya.
BalasHapus