Kamis, 04 Desember 2014

Bunga

Harus aku akui memang kamu adalah setangkai bunga yang sangat istimewa,bunga yang selalu membuat orang lain merasa nyaman saat memandangnya,memandang warna indah alami dari mahkota bunganya, bunga itu memang sempurna menurutku dik,itu alasan mengapa sampai saat ini aku masih mencintai bunga itu.
Aku memang tidak bisa menunggu beribu - ribu tahun untuk tetap mencintai bunga itu tapi aku sangat senang berlama - lama merawat cinta ini kepada bunga itu sampai sekarang ini.
 
  Dulu aku merasa sangat beruntung dapat memilikinya,meskipun sebentar tetap saja aku beruntung karena tidak semua kumbang yang dapat hinggap di hati bunga yang paling cantik,bunga itu sudah memberi kesempatan kepadaku untuk menunjukan betapa tulusnya rasa cinta aku kepadanya,aku sangat berterimaksih untuk itu. Namun rasa sayang yang aku berikan kepada bunga itu rasanya tidak pernah di hargai,bunga itu semakin mekar dan aku semakin sukar untuk menyelamatkan perasaan ini,perasaan yang hampir mati karena merasa tidak di hargai. Aku pun tidak menyangka kenapa bisa bunga yang cantik itu berubah menjadi bunga yang tetap cantik namun tidak pernah merasakan apa yang yang dirasakan kumbang yang hampir mati karena berjuang agar bunga itu tetap mekar.
 
  Bagaimana pun bunga tetaplah bunga, bunga bisa memilih kumbang mana yang boleh menghinggapinya, aku percaya banyak kumbang yang menginginkan bunga itu termasuk aku,andai saja aku masih di berikan kesempatan oleh bunga itu,aku dengan jelas mengatakan aku mau tapi dengan syarat bunga itu harus bisa menghargai apa yang diberikan seekor kumbang kepadanya yang berusaha agar bunga itu tetap mekar dengan keindahan warnanya.
   Tapi seandainya bukan aku kumbang yang dipilih olehmu,tapi tidak masalah yang penting aku masih bisa melihat keindahan warna dari mahkotamu meskipun hanya melihat dari atas langit kelam malam yang penuh dengan harapan namun tidak pernah tersampaikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar